Proses Penjernihan Air Menggunakan Tawas Merupakan Penerapan Sifat Koloid Yaitu

Sudah menjadi pengetahuan umum bahwa air adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun, tidak semua air yang kita temui di alam bisa langsung dikonsumsi. Ada banyak faktor yang membuat air menjadi tidak layak untuk dikonsumsi, seperti adanya kandungan zat-zat kimia berbahaya dan kontaminan lainnya. Oleh karena itu, perlu adanya proses penjernihan air agar air tersebut bisa digunakan dengan aman. Salah satu metode penjernihan air adalah dengan menggunakan tawas. Berikut adalah penjelasan mengenai proses penjernihan air menggunakan tawas dan alasan mengapa metode ini merupakan penerapan sifat koloid.

Apa itu Tawas?

Tawas adalah senyawa kimia yang sering digunakan dalam proses penjernihan air. Senyawa ini biasanya ditemukan dalam bentuk kristal putih dan terbuat dari aluminum sulfat. Tawas sering digunakan sebagai koagulan dalam proses penjernihan air karena ia memiliki kemampuan untuk membantu partikel-partikel penyebab keruh air menggumpal menjadi partikel yang lebih besar. Dengan demikian, partikel-partikel tersebut bisa disaring dan dihilangkan dari air.

Bagaimana Proses Penjernihan Air Menggunakan Tawas?

Proses penjernihan air menggunakan tawas biasanya dilakukan dengan cara mencampurkan tawas ke dalam air yang hendak dijernihkan. Tawas akan bereaksi dengan partikel-partikel penyebab keruh dalam air dan membantu menggumpalkannya. Setelah partikel-partikel tersebut menggumpal, air yang telah dijernihkan akan disaring menggunakan media penyaring seperti pasir atau karbon aktif. Dalam beberapa kasus, proses penjernihan air menggunakan tawas juga bisa dilakukan dengan cara memasukkan tawas ke dalam pasir penyaring. Partikel-partikel yang telah tergumpal akan menempel pada pasir penyaring dan dihilangkan dari air.

Apa yang Menjadikan Proses Penjernihan Air Menggunakan Tawas sebagai Penerapan Sifat Koloid?

Proses penjernihan air menggunakan tawas termasuk kedalam penerapan sifat koloid karena tawas merupakan senyawa yang berada dalam bentuk koloid. Koloid adalah campuran dua atau lebih senyawa yang terdiri dari partikel-partikel dengan ukuran mikroskopis yang terdispersi di dalam medium lainnya. Dalam hal ini, tawas merupakan koloid karena ia berada dalam bentuk kristal yang terdispersi di dalam air. Ketika tawas ditambahkan ke dalam air, partikel-partikel kristal tersebut akan bereaksi dengan partikel-partikel penyebab keruh di dalam air dan membentuk partikel-partikel yang lebih besar. Proses ini menghasilkan koloid baru yang berukuran lebih besar dari koloid asli, sehingga partikel-partikel tersebut bisa disaring dengan mudah.

Keuntungan Menggunakan Tawas Dalam Proses Penjernihan Air

Salah satu keuntungan menggunakan tawas dalam proses penjernihan air adalah biaya yang relatif murah. Tawas sangat mudah ditemukan dan harganya terjangkau, sehingga proses penjernihan air dengan menggunakan tawas bisa diakses oleh segala kalangan. Selain itu, tawas juga merupakan senyawa yang relatif aman dan tidak berbahaya bagi kesehatan manusia.

Apakah Tawas Bisa Digunakan untuk Penjernihan Air Laut?

Proses penjernihan air menggunakan tawas tidak efektif untuk mengolah air laut menjadi air yang layak dikonsumsi. Hal ini dikarenakan air laut mengandung garam yang terlalu banyak, sehingga partikel-partikel garam tersebut tidak bisa dihilangkan melalui proses penjernihan dengan tawas. Proses penjernihan air laut membutuhkan teknologi yang lebih canggih seperti osmosis terbalik atau desalinasi.

Apakah Ada Efek Samping dari Penggunaan Tawas dalam Proses Penjernihan Air?

Penggunaan tawas dalam proses penjernihan air tidak berbahaya bagi kesehatan manusia. Namun, penggunaan tawas secara berlebihan bisa menyebabkan air menjadi asam dan terlalu beracun bagi ikan dan makhluk hidup lainnya di dalam air. Oleh karena itu, penggunaan tawas harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan.

Bagaimana Cara Mengetahui Apakah Air Sudah Dijernihkan dengan Tawas?

Cara mudah untuk mengetahui apakah air sudah dijernihkan dengan tawas adalah dengan cara melihat warna air tersebut. Air yang belum dijernihkan cenderung berwarna keruh dan tidak bening. Namun, setelah dijernihkan dengan tawas, air akan menjadi bening dan tidak berwarna.

Kesimpulan

Proses penjernihan air dengan menggunakan tawas merupakan penerapan sifat koloid karena tawas merupakan senyawa yang berada dalam bentuk koloid dan membantu menggumpalkan partikel-partikel penyebab keruh di dalam air. Penggunaan tawas dalam proses penjernihan air memiliki keuntungan seperti biaya yang murah dan aman bagi kesehatan manusia. Namun, penggunaan tawas harus dilakukan dengan bijak dan sesuai dengan dosis yang dianjurkan agar tidak menimbulkan efek samping.