Proses Penjernihan Air Menggunakan Tawas Merupakan Penerapan Sifat Koloid Nomor

Air adalah komponen penting dalam kehidupan manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun, air yang kita gunakan sehari-hari sering kali mengandung bahan-bahan yang tidak diinginkan, seperti kuman, virus, bakteri, dan zat-zat kimia. Oleh karena itu, proses penjernihan air sangat penting dilakukan agar air yang kita gunakan aman dan sehat. Salah satu metode penjernihan air yang digunakan adalah dengan menggunakan tawas. Dalam artikel ini, kamu akan mempelajari tentang proses penjernihan air menggunakan tawas dan bagaimana sifat koloid memberikan peran penting dalam proses tersebut.

Apa itu Tawas?

Tawas atau alum adalah senyawa kimia yang digunakan sebagai koagulan dalam proses penjernihan air. Tawas terbuat dari aluminium sulfat heptahidrat (Al2(SO4)3.7H2O) atau aluminium kalium sulfat dodekahidrat (KAl(SO4)2.12H2O). Senyawa ini memiliki sifat koagulasi dan mengendapkan partikel-partikel kecil yang terdapat dalam air. Tawas ini juga digunakan sebagai pengawet makanan dan bahan pembuatan kertas.

Bagaimana Proses Penjernihan Air Menggunakan Tawas?

Proses penjernihan air menggunakan tawas terdiri dari beberapa tahap. Tahap pertama adalah penambahan tawas ke dalam air yang akan dijernihkan. Tawas akan bereaksi dengan air dan membentuk hidroksida aluminium yang memiliki muatan positif. Partikel-partikel kecil yang terdapat dalam air akan menempel pada hidroksida aluminium ini dan membentuk flok. Tahap kedua adalah pengadukan air yang sudah dicampur dengan tawas dan flok. Tujuannya adalah untuk mempercepat pengendapan flok dan menghasilkan air yang lebih jernih. Tahap ketiga adalah pengendapan flok yang terbentuk. Air yang sudah dicampur dengan tawas dan flok didiamkan selama beberapa waktu hingga flok mengendap di dasar wadah. Tahap terakhir adalah pemisahan air jernih dari flok yang telah mengendap.

Bagaimana Sifat Koloid Berperan dalam Proses Penjernihan Air Menggunakan Tawas?

Sifat koloid sangat penting dalam proses penjernihan air menggunakan tawas. Di dalam air terdapat partikel-partikel kecil yang tidak dapat dilihat dengan mata telanjang. Partikel-partikel ini dapat berasal dari zat-zat kimia, kuman, virus, dan bakteri. Partikel-partikel ini memiliki muatan listrik yang berbeda-beda. Beberapa partikel memiliki muatan positif, sementara yang lain memiliki muatan negatif. Tawas bekerja dengan cara membentuk flok dari partikel-partikel yang terdapat dalam air. Hidroksida aluminium yang terbentuk dari reaksi tawas dengan air memiliki muatan positif. Partikel-partikel kecil yang terdapat dalam air yang memiliki muatan negatif akan menempel pada hidroksida aluminium ini dan membentuk flok. Flok yang terbentuk memiliki ukuran yang besar sehingga dapat dengan mudah mengendap dan dipisahkan dari air jernih.

Apa Keuntungan Menggunakan Tawas dalam Proses Penjernihan Air?

Menggunakan tawas dalam proses penjernihan air memiliki beberapa keuntungan, antara lain:1. Efektif mengendapkan partikel-partikel kecil yang terdapat dalam air.2. Biaya yang relatif murah.3. Tidak meninggalkan residu berbahaya pada air yang telah dijernihkan.

Apa yang Harus Diperhatikan dalam Menggunakan Tawas dalam Proses Penjernihan Air?

Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam menggunakan tawas dalam proses penjernihan air antara lain:1. Pastikan tawas yang digunakan berkualitas baik agar proses penjernihan air dapat berjalan efektif.2. Perbandingan antara tawas dengan air harus sesuai agar flok yang terbentuk tidak terlalu banyak atau terlalu sedikit.3. Pada tahap pengadukan, jangan terlalu keras agar flok tidak hancur dan proses penjernihan air dapat berjalan dengan baik.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Air yang Sudah Dijernihkan Mengandung Bau atau Rasa Tawas?

Jika air yang sudah dijernihkan mengandung bau atau rasa tawas, kamu dapat melakukan beberapa hal, antara lain:1. Gunakan air yang sudah dijernihkan untuk keperluan yang tidak memerlukan rasa atau bau yang baik, seperti untuk membersihkan lantai atau mencuci pakaian.2. Tunggu beberapa saat hingga bau atau rasa tawas berkurang sebelum digunakan.3. Tambahkan sedikit air yang belum dijernihkan pada air yang sudah dijernihkan untuk mengurangi rasa atau bau tawas.

Apa yang Harus Dilakukan Jika Air yang Ingin Dijernihkan Sudah Mengandung Lumpur?

Jika air yang ingin dijernihkan sudah mengandung lumpur, kamu harus melakukan beberapa tahap tambahan, antara lain:1. Filtrasi air menggunakan media pasir untuk menghilangkan lumpur kasar.2. Penambahan tawas pada air yang sudah difiltrasi untuk membentuk flok.3. Pengadukan air yang sudah dicampur dengan tawas dan flok.4. Pengendapan flok yang terbentuk.5. Pemisahan air jernih dari flok yang telah mengendap.

Kesimpulan

Proses penjernihan air menggunakan tawas merupakan metode yang efektif dan relatif murah untuk menghilangkan partikel-partikel kecil yang terdapat dalam air. Tawas bekerja dengan membentuk flok dari partikel-partikel yang memiliki muatan listrik berbeda. Flok yang terbentuk memiliki ukuran yang besar sehingga dapat dengan mudah mengendap dan dipisahkan dari air jernih. Sifat koloid memainkan peran penting dalam proses penjernihan air menggunakan tawas. Pada tahap penggunaan, pastikan tawas yang digunakan berkualitas baik dan perbandingan antara tawas dengan air sesuai agar proses penjernihan air dapat berjalan dengan baik. Jangan lupa untuk melakukan filtrasi air jika air yang ingin dijernihkan sudah mengandung lumpur. Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silakan baca artikel kami lainnya.