Proses Koagulasi Pada Penjernihan Air

Air adalah sumber kehidupan yang sangat penting bagi manusia dan makhluk hidup lainnya. Namun, air yang tidak terjaga kualitasnya dapat membahayakan kesehatan manusia dan lingkungan. Salah satu cara untuk menjaga kualitas air adalah dengan melakukan proses penjernihan air, salah satunya adalah dengan proses koagulasi. Pada artikel ini, kamu akan mempelajari lebih dalam tentang proses koagulasi pada penjernihan air.

Apa itu Proses Koagulasi?

Proses koagulasi adalah proses penjernihan air yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia koagulan ke dalam air. Koagulan ini berfungsi untuk mengumpulkan partikel-partikel yang terdapat dalam air seperti lumpur, virus, bakteri, dan sejenisnya. Proses koagulasi dilakukan di awal proses penjernihan air dan biasanya dilanjutkan dengan proses flokulasi dan sedimentasi.

Bahan Kimia Koagulan yang Digunakan

Bahan kimia koagulan yang sering digunakan dalam proses koagulasi adalah sulfat alumunium (Al2(SO4)3) dan polielektrolit. Sulfat alumunium digunakan sebagai koagulan primer, sedangkan polielektrolit digunakan sebagai koagulan sekunder. Kedua bahan kimia ini berfungsi untuk membantu menggumpalkan partikel-partikel yang terdapat di dalam air.

Proses Koagulasi

Proses koagulasi dimulai dengan penambahan bahan kimia koagulan ke dalam air yang akan dijernihkan. Kemudian, bahan kimia koagulan ini akan bereaksi dengan partikel-partikel yang terdapat di dalam air dan membentuk gumpalan-gumpalan yang lebih besar yang disebut flok. Flok yang terbentuk ini akan dipisahkan dari air pada proses selanjutnya.

Flokulasi

Setelah terbentuknya flok, proses selanjutnya adalah flokulasi. Flokulasi adalah proses pengadukan secara perlahan-lahan untuk membantu flok-flok yang terbentuk saling bertabrakan dan menyatu menjadi flok yang lebih besar. Proses pengadukan ini dilakukan secara perlahan-lahan agar flok-flok tersebut tidak hancur.

Sedimentasi

Setelah proses flokulasi, proses selanjutnya adalah sedimentasi. Pada proses ini, air yang sudah mengandung flok-flok yang lebih besar akan dibiarkan selama beberapa waktu untuk memungkinkan flok-flok tersebut mengendap ke dasar kolam atau tangki, sehingga air yang di atasnya menjadi lebih jernih. Selanjutnya, air jernih tersebut dipompa ke dalam proses selanjutnya yaitu filtrasi.

Filtrasi

Filtrasi adalah proses penyaringan air untuk menghilangkan bahan-bahan yang masih tersisa, seperti sisa flok yang tidak mengendap, virus, atau bakteri. Pada proses filtrasi, air yang sudah jernih akan disaring melalui lapisan pasir silika dan karbon aktif yang berfungsi untuk menyerap zat-zat kimia yang masih terdapat dalam air.

Pengolahan Lanjutan

Setelah proses filtrasi, air akan mengalami proses pengolahan lanjutan seperti penambahan bahan kimia untuk menambah kandungan oksigen dalam air dan penambahan klorin untuk membunuh sisa-sisa virus dan bakteri yang mungkin masih ada dalam air.

FAQ

  1. Apa itu koagulasi?
  2. Koagulasi adalah proses penjernihan air yang dilakukan dengan menambahkan bahan kimia koagulan ke dalam air untuk mengumpulkan partikel-partikel yang terdapat di dalamnya.

  3. Apa bahan kimia koagulan yang digunakan dalam proses koagulasi?
  4. Bahan kimia koagulan yang sering digunakan adalah sulfat alumunium dan polielektrolit.

  5. Apa fungsi dari proses flokulasi?
  6. Flokulasi berfungsi untuk membantu flok-flok yang terbentuk saling bertabrakan dan menyatu menjadi flok yang lebih besar.

  7. Apa yang terjadi pada proses sedimentasi?
  8. Pada proses sedimentasi, flok-flok yang sudah terbentuk akan mengendap ke dasar kolam atau tangki, sehingga air yang di atasnya menjadi lebih jernih.

  9. Apa yang terjadi pada proses filtrasi?
  10. Pada proses filtrasi, air yang sudah jernih akan disaring melalui lapisan pasir silika dan karbon aktif yang berfungsi untuk menyerap zat-zat kimia yang masih terdapat dalam air.

Kesimpulan

Proses koagulasi pada penjernihan air adalah proses awal yang sangat penting dalam menjaga kualitas air. Dengan menambahkan bahan kimia koagulan ke dalam air, partikel-partikel yang terdapat di dalam air dapat diumpulkan dan dibuat menjadi flok-flok yang lebih besar sehingga mudah dipisahkan dari air. Proses koagulasi dilanjutkan dengan proses flokulasi, sedimentasi, filtrasi, dan pengolahan lanjutan untuk menghasilkan air yang aman dan sehat untuk dikonsumsi. Terima kasih telah membaca artikel ini dan semoga bermanfaat!