Peristiwa Penjernihan Air Dengan Tawas Berkaitan Dengan Sifat Koloid

Air merupakan sumber kehidupan bagi makhluk hidup di bumi ini. Namun, tidak semua air dapat dikonsumsi secara langsung karena mengandung zat-zat yang berbahaya bagi kesehatan. Salah satu cara untuk memperoleh air yang aman untuk dikonsumsi adalah dengan melakukan penjernihan air. Penjernihan air dapat dilakukan dengan berbagai cara, salah satunya adalah dengan menggunakan tawas. Pada artikel kali ini, kita akan membahas mengenai peristiwa penjernihan air dengan tawas yang berkaitan dengan sifat koloid.

1. Pengertian Koloid

Koloid merupakan zat campuran yang terdiri atas dua atau lebih zat yang tidak saling melarutkan dalam fase yang sama. Partikel koloid memiliki ukuran antara 1-100 nm dan tidak terlihat oleh mata telanjang. Namun, partikel koloid dapat dilihat melalui mikroskop elektron. Contohnya, air dan minyak merupakan dua zat yang tidak saling melarutkan dalam fase yang sama dan membentuk koloid.

2. Apa Itu Tawas?

Tawas atau biasa disebut dengan alum adalah senyawa kimia yang terdiri atas aluminium sulfat. Tawas sering digunakan sebagai bahan penyaring pada proses penjernihan air karena mampu menangkap partikel-partikel koloid dalam air.

3. Bagaimana Tawas Bekerja Dalam Penjernihan Air?

Tawas bekerja dengan cara membentuk endapan dengan partikel-partikel koloid dalam air. Hal ini terjadi karena partikel-partikel koloid dalam air memiliki muatan listrik yang sama sehingga saling tolak menolak. Tawas yang ditambahkan ke dalam air akan membentuk ion-ion aluminium hidroksida yang memiliki muatan listrik positif. Ion-ion ini akan menempel pada partikel-partikel koloid yang memiliki muatan listrik negatif dan membentuk endapan yang berat sehingga terendap di dasar wadah penjernih.

4. Apa Saja Keuntungan Menggunakan Tawas Dalam Penjernihan Air?

Ada beberapa keuntungan yang didapatkan dengan menggunakan tawas dalam proses penjernihan air, di antaranya:

  • Tawas mudah didapatkan dan murah
  • Tawas efektif dalam menangkap partikel koloid dalam air
  • Tawas aman digunakan karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya

5. Apa Saja Jenis-jenis Endapan Yang Terbentuk Pada Penjernihan Air Dengan Tawas?

Pada proses penjernihan air dengan tawas, terbentuk beberapa jenis endapan, di antaranya:

  • Endapan koagulasi, yaitu endapan yang terbentuk akibat penggumpalan partikel-partikel koloid dalam air.
  • Endapan flokulasi, yaitu endapan yang terbentuk akibat penggumpalan partikel koloid yang membentuk flok.
  • Endapan sedimentasi, yaitu endapan yang terbentuk akibat pengendapan partikel-partikel koloid yang telah membentuk flok.

6. Bagaimana Cara Menggunakan Tawas Dalam Proses Penjernihan Air?

Untuk menggunakan tawas dalam proses penjernihan air, langkah-langkah yang dapat dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Siapkan wadah penjernih yang telah dibersihkan dan dibilas dengan air bersih
  • Tambahkan tawas ke dalam wadah penjernih dan aduk hingga larut
  • Tuangkan air yang akan dijernihkan ke dalam wadah penjernih dan biarkan selama beberapa waktu
  • Ambil air yang telah jernih di bagian atas wadah penjernih dan tuangkan ke dalam wadah lain

7. Apa Saja Bahaya Yang Dapat Muncul Jika Air Tidak Dijernihkan Dengan Baik?

Jika air tidak dijernihkan dengan baik, maka dapat terjadi berbagai bahaya bagi kesehatan, di antaranya:

  • Munculnya penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit yang terdapat dalam air
  • Munculnya penyakit yang disebabkan oleh zat-zat beracun dalam air
  • Menurunnya kualitas hidup karena tidak mendapatkan air yang bersih dan sehat

8. Apa Saja Faktor-faktor Yang Mempengaruhi Proses Penjernihan Air Dengan Tawas?

Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses penjernihan air dengan tawas, di antaranya:

  • Kualitas air yang akan dijernihkan
  • Konsentrasi tawas yang ditambahkan
  • Lama waktu penjernihan
  • Suhu air

Kesimpulan

Penjernihan air dengan tawas berkaitan dengan sifat koloid karena tawas mampu menangkap partikel-partikel koloid dalam air dan membentuk endapan. Proses penjernihan air dengan tawas menghasilkan beberapa jenis endapan, yaitu endapan koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi. Ada beberapa faktor yang dapat mempengaruhi proses penjernihan air dengan tawas, seperti kualitas air, konsentrasi tawas, lama waktu penjernihan, dan suhu air. Dengan melakukan penjernihan air dengan tawas, kita dapat memperoleh air yang bersih dan sehat untuk dikonsumsi.

FAQ

1. Apakah tawas aman digunakan dalam proses penjernihan air?
Tawas aman digunakan dalam proses penjernihan air karena tidak meninggalkan residu yang berbahaya.2. Apa bahaya yang dapat muncul jika air tidak dijernihkan dengan baik?
Jika air tidak dijernihkan dengan baik, maka dapat terjadi berbagai bahaya bagi kesehatan, di antaranya munculnya penyakit yang disebabkan oleh bakteri, virus, dan parasit yang terdapat dalam air.3. Apa saja jenis endapan yang terbentuk pada penjernihan air dengan tawas?
Pada proses penjernihan air dengan tawas, terbentuk beberapa jenis endapan, yaitu endapan koagulasi, flokulasi, dan sedimentasi.