Cara Kerja Tawas Dalam Proses Penjernihan Air

Mungkin kamu pernah mendengar tentang tawas, yang sering digunakan dalam proses penjernihan air. Tawas sendiri adalah senyawa kimia alami yang biasanya ditemukan dalam bentuk kristal putih. Tawas digunakan dalam berbagai keperluan, mulai dari pengawetan makanan hingga penjernihan air. Namun, bagaimana sebenarnya cara kerja tawas dalam proses penjernihan air? Berikut penjelasannya:

Apa itu Tawas?

Tawas memiliki rumus kimia Al2(SO4)3.14H2O, yang merupakan senyawa alumunium sulfat heptahidrat. Tawas biasanya digunakan sebagai koagulan dalam proses penjernihan air. Koagulan adalah senyawa kimia yang digunakan untuk menggumpalkan kotoran dalam air agar mudah diendapkan. Dalam proses penjernihan air, tawas digunakan untuk mengikat berbagai zat dan partikel yang terkandung dalam air, seperti lumpur, bakteri, virus, dan lain sebagainya.

Cara Kerja Tawas dalam Proses Penjernihan Air

Tawas bekerja dengan cara membentuk gumpalan-gumpalan yang lebih besar dari partikel-partikel kotoran dalam air sehingga lebih mudah diendapkan. Ketika tawas ditambahkan ke dalam air, senyawa ini bereaksi dengan ion-ion positif yang terkandung dalam air, seperti kalsium, magnesium, dan besi. Hasil reaksi ini adalah pembentukan gumpalan-gumpalan yang lebih besar dari partikel-partikel kotoran dalam air. Gumpalan-gumpalan ini kemudian akan mengendap ke dasar wadah dan bisa dibuang.

Proses Penerapan Tawas dalam Penjernihan Air

Proses penjernihan air menggunakan tawas cukup mudah. Tawas dapat ditambahkan langsung ke dalam air, tetapi umumnya tawas akan diencerkan terlebih dahulu dalam wadah dan kemudian dituang ke dalam air yang akan dijernihkan. Tawas bekerja secara efektif pada suhu air yang lebih tinggi, sehingga air yang akan dijernihkan biasanya dipanaskan terlebih dahulu. Setelah tawas ditambahkan ke dalam air, air tersebut diaduk secara perlahan-lahan dan dibiarkan selama beberapa waktu agar gumpalan-gumpalan yang terbentuk bisa mengendap di dasar wadah.

Kelebihan dan Kekurangan Penggunaan Tawas

Tawas memiliki kelebihan dan kekurangan dalam penggunaannya sebagai koagulan dalam proses penjernihan air. Kelebihan penggunaan tawas adalah mudah didapat dan murah. Selain itu, tawas juga bisa mengikat berbagai zat dan partikel yang terkandung dalam air sehingga air yang dihasilkan cukup jernih. Namun, kekurangan penggunaan tawas adalah senyawa ini bisa meninggalkan endapan dalam air jika tidak diendapkan dengan sempurna. Endapan ini bisa mengganggu kualitas air dan kesehatan manusia jika terkonsumsi.

Alternatif Pengganti Tawas dalam Penjernihan Air

Selain tawas, ada beberapa alternatif pengganti yang bisa digunakan dalam proses penjernihan air, seperti kapur tohor, PAC (polyaluminium chloride), dan zeolit. Kapur tohor dan PAC bekerja serupa dengan tawas dalam membentuk gumpalan-gumpalan dari partikel-partikel kotoran dalam air. Sedangkan zeolit bekerja dengan cara menyerap ion-ion positif yang terkandung dalam air. Alternatif pengganti ini biasanya lebih mahal daripada tawas, namun hasilnya cukup memuaskan dalam penjernihan air.

FAQ – Pertanyaan Umum tentang Tawas dalam Proses Penjernihan Air

1. Apakah tawas aman digunakan dalam proses penjernihan air?

Tawas aman digunakan dalam proses penjernihan air jika digunakan dengan benar dan diendapkan dengan sempurna. Namun, jika tawas tidak diendapkan dengan sempurna, senyawa ini bisa meninggalkan endapan dalam air yang bisa mengganggu kualitas air dan kesehatan manusia jika terkonsumsi.

2. Apa alternatif pengganti tawas dalam proses penjernihan air?

Beberapa alternatif pengganti tawas dalam proses penjernihan air adalah kapur tohor, PAC (polyaluminium chloride), dan zeolit.

3. Bagaimana cara menghindari endapan tawas dalam air setelah proses penjernihan?

Untuk menghindari endapan tawas dalam air setelah proses penjernihan, tawas harus diendapkan dengan sempurna. Setelah tawas ditambahkan ke dalam air, air tersebut diaduk secara perlahan-lahan dan dibiarkan selama beberapa waktu agar gumpalan-gumpalan yang terbentuk bisa mengendap di dasar wadah. Endapan yang terbentuk harus dibuang sebelum air tersebut digunakan.

4. Apakah tawas hanya digunakan dalam penjernihan air minum?

Tawas tidak hanya digunakan dalam penjernihan air minum, tetapi juga dalam penjernihan air limbah dan proses pengolahan industri. Senyawa ini digunakan sebagai koagulan untuk menggumpalkan kotoran dalam air agar mudah diendapkan.

5. Berapa jumlah tawas yang harus ditambahkan ke dalam air untuk proses penjernihan?

Jumlah tawas yang harus ditambahkan ke dalam air untuk proses penjernihan bisa berbeda-beda tergantung pada kualitas air yang akan dijernihkan. Umumnya, sekitar 10-50 gram tawas per 1000 liter air cukup digunakan dalam proses penjernihan. Namun, sebaiknya kamu memeriksa instruksi penggunaan yang tertera pada kemasan tawas yang kamu beli.

Kesimpulan

Tawas adalah senyawa kimia alami yang digunakan sebagai koagulan dalam proses penjernihan air. Tawas bekerja dengan cara membentuk gumpalan-gumpalan yang lebih besar dari partikel-partikel kotoran dalam air sehingga lebih mudah diendapkan. Tawas cukup mudah didapat dan murah, namun bisa meninggalkan endapan dalam air jika tidak diendapkan dengan sempurna. Alternatif pengganti tawas dalam proses penjernihan air adalah kapur tohor, PAC, dan zeolit. Untuk menghindari endapan tawas dalam air setelah proses penjernihan, tawas harus diendapkan dengan sempurna.