Bahan Penjernih Air Dan Fungsinya

Air merupakan sumber kehidupan yang sangat penting bagi makhluk hidup di bumi. Namun, air yang kita gunakan sehari-hari tidak selalu bersih dan aman untuk dikonsumsi. Ada banyak polutan yang terdapat di dalam air, seperti virus, bakteri, logam berat, dan bahan kimia. Oleh karena itu, diperlukan bahan penjernih air untuk memurnikan air agar aman untuk dikonsumsi.

1. Karbon Aktif

Karbon aktif merupakan salah satu jenis bahan penjernih air yang paling umum digunakan. Bahan ini berbentuk serbuk hitam yang terbuat dari arang kayu atau batok kelapa yang dipanaskan hingga terjadi proses karbonisasi. Karbon aktif bekerja dengan cara menyerap zat-zat yang terdapat dalam air, seperti klorin, bau, dan rasa yang tidak sedap.

2. Zeolit

Zeolit adalah bahan penjernih air yang terbuat dari mineral alam yang bernama zeolit. Bahan ini berbentuk serbuk putih yang memiliki sifat menyerap zat-zat yang terdapat di dalam air, seperti amonia, nitril, dan logam berat. Zeolit juga berfungsi untuk memperbaiki pH air yang terlalu asam atau basa.

3. Ion Exchange Resin

Ion exchange resin adalah bahan penjernih air yang bekerja dengan cara mengganti ion-ion yang terdapat di dalam air. Bahan ini biasanya digunakan untuk menghilangkan ion-ion logam berat yang terdapat dalam air, seperti merkuri, arsenik, dan timbal. Proses penggantian ion-ion tersebut dilakukan dengan cara menukar ion-ion negatif pada resin dengan ion-ion positif yang terdapat dalam air.

4. Ultrafiltrasi

Ultrafiltrasi adalah proses penjernihan air yang menggunakan membran berpori kecil untuk menyaring zat-zat yang terdapat di dalam air. Membran tersebut memiliki pori-pori yang sangat kecil sehingga hanya molekul-molekul air yang dapat melewati membran tersebut. Proses ultrafiltrasi ini biasanya digunakan untuk memurnikan air yang mengandung virus, bakteri, dan partikel-partikel lain yang besar.

5. Ozone

Ozone adalah gas yang digunakan sebagai bahan penjernih air. Bahan ini bekerja dengan cara membunuh bakteri dan virus yang terdapat di dalam air. Ozone juga berfungsi untuk menghilangkan bau dan rasa yang tidak sedap pada air. Proses penggunaan ozone ini sangat efektif untuk memurnikan air yang tercemar oleh limbah industri.

6. Aktif Tanah Liat

Aktif tanah liat adalah bahan penjernih air yang terbuat dari tanah liat yang dipanaskan hingga mencapai suhu tertentu. Bahan ini memiliki sifat menyerap zat-zat yang terdapat di dalam air, seperti logam berat, bau, dan rasa yang tidak sedap. Aktif tanah liat juga dapat menghilangkan partikel-partikel kecil yang terdapat di dalam air.

7. UV Sterilizer

UV sterilizer adalah bahan penjernih air yang menggunakan sinar UV untuk membunuh bakteri dan virus yang terdapat di dalam air. Bahan ini bekerja dengan cara menembakkan sinar UV pada air yang mengandung bakteri dan virus, sehingga bakteri dan virus tersebut mati. Penggunaan UV sterilizer sangat efektif untuk memurnikan air yang mengandung bakteri dan virus.

8. Reverse Osmosis

Reverse osmosis adalah proses penjernihan air yang menggunakan membran semipermeabel untuk menyaring zat-zat yang terdapat di dalam air. Membran tersebut hanya membiarkan molekul-molekul air melewati membran, sementara zat-zat lain seperti logam berat, bau, dan rasa yang tidak sedap tersaring. Proses reverse osmosis ini biasanya digunakan untuk memurnikan air laut menjadi air tawar.

Kesimpulan

Bahan penjernih air sangat penting untuk memurnikan air yang kita gunakan sehari-hari. Ada banyak jenis bahan penjernih air yang dapat digunakan, seperti karbon aktif, zeolit, ion exchange resin, ultrafiltrasi, ozone, aktif tanah liat, UV sterilizer, dan reverse osmosis. Setiap jenis bahan penjernih air memiliki kelebihan dan kekurangan tersendiri tergantung pada kondisi air yang akan dijernihkan.

FAQ

1. Apa bahan penjernih air yang paling efektif?
Setiap jenis bahan penjernih air memiliki keefektifan masing-masing tergantung pada kondisi air yang akan dijernihkan. Namun, proses reverse osmosis biasanya dianggap sebagai proses penjernihan air yang paling efektif.2. Apakah semua bahan penjernih air dapat digunakan untuk memurnikan air?
Tidak semua jenis bahan penjernih air cocok untuk memurnikan air. Setiap jenis bahan penjernih air memiliki kelebihan dan kekurangan masing-masing tergantung pada kondisi air yang akan dijernihkan.3. Berapa lama umur bahan penjernih air?
Umur bahan penjernih air tergantung pada jenis bahan penjernih air yang digunakan dan intensitas penggunaannya. Sebaiknya bahan penjernih air di ganti secara teratur setiap 6 bulan atau 1 tahun, tergantung pada kondisi air yang akan dijernihkan. Terima kasih sudah membaca artikel ini. Silahkan baca artikel lainnya.