Apa Fungsi Tawas Dan Kaporit Dalam Proses Penjernihan Air

Tawas dan kaporit merupakan bahan kimia yang sering digunakan dalam proses penjernihan air. Tawas atau alum adalah senyawa yang diperoleh dari batuan alam yang mengandung aluminium sulfat, sedangkan kaporit atau calcium hypochlorite adalah senyawa yang mengandung klorin yang larut dalam air. Kedua bahan kimia ini memiliki peran yang sangat penting dalam memurnikan air menjadi air bersih yang aman untuk dikonsumsi. Berikut adalah penjelasan lengkap mengenai fungsi tawas dan kaporit dalam proses penjernihan air.

1. Fungsi Tawas

Tawas memiliki peran penting dalam memurnikan air. Tawas digunakan untuk mengikat partikel-partikel kotoran dan zat organik yang terdapat pada air. Selain itu, tawas juga berfungsi sebagai koagulan, yaitu zat yang dapat membuat partikel-partikel kotoran tersebut bergabung menjadi partikel yang lebih besar sehingga mudah diendapkan. Setelah partikel-partikel kotoran tersebut berhasil diendapkan, maka air akan diresapkan dan diambil dari atas, sehingga air yang dihasilkan sudah lebih bersih.

2. Fungsi Kaporit

Kaporit berfungsi sebagai desinfektan pada proses penjernihan air. Kaporit mengandung klorin yang sangat efektif untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme lain yang mungkin masih terdapat pada air setelah proses pengendapan dan penyaringan. Kaporit biasanya ditambahkan pada air dengan kadar 1-2 mg/L, tergantung pada kualitas air dan kebutuhan konsumsi air tersebut.

3. Proses Penjernihan Air dengan Tawas dan Kaporit

Proses penjernihan air dengan tawas dan kaporit meliputi beberapa tahap, yaitu:

1. Pengendapan: Air diendapkan selama beberapa jam sehingga partikel-partikel kotoran dapat bergabung menjadi partikel yang lebih besar dan mudah diendapkan.
2. Penyaringan: Air yang telah diendapkan kemudian disaring untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak terendapkan.
3. Penambahan Tawas: Tawas ditambahkan pada air untuk mengikat partikel-partikel kotoran yang masih tersisa dan membuatnya bergabung menjadi partikel yang lebih besar dan mudah diendapkan.
4. Pengadukan: Air yang telah ditambahkan tawas diaduk selama beberapa menit untuk memastikan tawas tercampur merata dengan air.
5. Pengendapan Kedua: Air yang telah ditambahkan tawas diendapkan kembali selama beberapa jam agar partikel-partikel kotoran yang masih tersisa dapat diendapkan.
6. Penyaringan Kedua: Air yang telah diendapkan kembali disaring untuk menghilangkan partikel-partikel yang tidak terendapkan.
7. Penambahan Kaporit: Kaporit ditambahkan pada air untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme lain yang masih tersisa.
8. Pengadukan: Air yang telah ditambahkan kaporit diaduk selama beberapa menit untuk memastikan kaporit tercampur merata dengan air.
9. Penyimpanan: Air yang telah melalui semua tahap proses penjernihan tersebut kemudian disimpan dalam wadah yang bersih dan aman untuk dikonsumsi.

4. Keuntungan Menggunakan Tawas dan Kaporit dalam Proses Penjernihan Air

Menggunakan tawas dan kaporit dalam proses penjernihan air memiliki beberapa keuntungan, antara lain:

1. Efektif dalam membersihkan air dari partikel-partikel kotoran dan mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit.
2. Biaya relatif murah dibandingkan dengan bahan kimia lain yang digunakan dalam proses penjernihan air.
3. Mudah didapatkan di pasaran.
4. Mudah digunakan dan tidak memerlukan peralatan khusus untuk mengolahnya.

5. Dampak Penggunaan Tawas dan Kaporit pada Kualitas Air

Meskipun tawas dan kaporit tergolong bahan kimia yang aman digunakan dalam proses penjernihan air, penggunaannya yang berlebihan dapat berdampak buruk pada kualitas air. Kaporit yang digunakan dalam jumlah yang besar dapat memberikan rasa dan bau yang tidak sedap pada air, serta dapat menimbulkan iritasi pada kulit dan mata. Oleh karena itu, penggunaan tawas dan kaporit perlu diatur sedemikian rupa agar tidak berdampak buruk pada kualitas air yang dihasilkan.

6. FAQ (Frequently Asked Questions)

Q: Apakah tawas dan kaporit aman digunakan dalam proses penjernihan air?
A: Ya, tawas dan kaporit tergolong bahan kimia yang aman digunakan dalam proses penjernihan air jika digunakan dengan dosis yang tepat.Q: Apakah kaporit dapat membunuh semua jenis bakteri dan virus pada air?
A: Ya, kaporit dapat membunuh hampir semua jenis bakteri dan virus pada air.Q: Berapa kadar kaporit yang diperbolehkan dalam air minum?
A: Kadar kaporit yang diperbolehkan dalam air minum adalah 0,5 mg/L atau lebih rendah.Q: Apakah air yang telah melalui proses penjernihan dengan tawas dan kaporit aman untuk dikonsumsi?
A: Ya, air yang telah melalui proses penjernihan dengan tawas dan kaporit aman untuk dikonsumsi jika telah memenuhi standar kualitas air yang ditetapkan.

Kesimpulan

Tawas dan kaporit merupakan bahan kimia yang memiliki peran penting dalam proses penjernihan air. Tawas berfungsi untuk mengikat partikel-partikel kotoran dan membuatnya mudah diendapkan, sedangkan kaporit berfungsi sebagai desinfektan untuk membunuh bakteri, virus, dan mikroorganisme lain yang masih tersisa dalam air. Proses penjernihan air dengan tawas dan kaporit meliputi beberapa tahap, yaitu pengendapan, penyaringan, penambahan tawas, pengadukan, pengendapan kedua, penyaringan kedua, penambahan kaporit, pengadukan, dan penyimpanan. Penggunaan tawas dan kaporit perlu diatur sedemikian rupa agar tidak berdampak buruk pada kualitas air yang dihasilkan.